Selasa, 05 Februari 2013

The Baby Lambo : Lamborghini L140

Sejak Lamborghini diakuisisi Audi, proyek pengembangan sportscar sejati merupakan tujuan utama. Tak mengherankan kemunculan Baby Lambo jadi ancaman bagi yang lain.  Bengitnya persaingan sportscar, tampaknya bakal memanas dengan kehadiran Baby Lamborghini yang  berkode L140. Hasil disainer Giugiaro paling baru ini, berpeluang besar menggeser kompetitor lainnya, seperti Porsche 911 Turbo, Ferari 360 Modena, the new small Aston Martin, hingga mobil sekelas lain nya. Lamborghini L140 yang bersen jatakan mesin 5.01iter V-10 sanggup mengeluarkan daya 500tk. Dengan bekal tersebut, BabY Lambo atau biasa disebut Baby Murcy ini mampu menembus kecepatan hingga 320km/jam. Tim spyphoto Biro mobil motor di EroPa berhasil mengendus aroma  Lamborghini L140 ketika dijajal di sirkit Nurburging, Jerman.

Tak tanggung-tanggung, tim spy kami juga berhasil mengetahui akselerasi Baby Lambo dari 0-100km/jam hanYa membutuhkan waktu tak lebih dari 4,5 detik.    terkecil dari Lamborghini Murcielago ini, rupanya tak terlepas dari proyek kerjasama kali pertama dengan Audi. Dimana Audi yang membeli Lamborghini sejak 1998 lalu, berhasil menularkan kualitas secara teknis kepada mobil sport ltalia ini. Di antaranya melalui tangan disainer Audi, Luc Donckerwolke yang mampu berperan besar terhadap ringannya sasis, dan kecilnya angka cd L140.  Rancang bangun Baby Lambo yang tergabung di Divisi Sportscar Audi, yadi tantangan terbesar bagi para insinyurnya. Obsesi meruntuhkan pesaingnya yang sudah melesat terlebih dahulu di Jalanan, adalah latar belakang utama bagaimana menjadikan Lamborgini L140 tampil beda dengan Ferrari 360 Modena dan Porsche 911 Turbo dan Invicta S1.

Karena itulah berbagai teknologi tinggi yang telah dicapai Audi, diupayakan semaksimal mungkin menempel pada Stella (julukan lain bagi 1140). Supaya proyek 1140 berjalan mulus, Audi juga merangkul Cosworth dan Quat tro GmbH. Berkat kerjasama harmonis tersebut, tak hanya bodi hingga sasis, seluruh komponen yanq menempel adalah pilihan nomor satu.  Bodi aluminium Baby Lambo yang dirangkai dengan metode spaceframe, merupakan hasil pengembangan dari Audi Aluminium Center di Neckarsulm, Jerman. Metode spaceframe yang menjamin bodi bebas karat seumur hidup ini, juga diterapkan pada Audi AB dan sport coupe masa depan, Audi RSR. Berkat penggunaan kerangka dan bodi aluminium ini, total berat  sportscar dua jok ini tak lebih dari 1.350 kg.

Mobil ini menggunakan transmisi 6 kecepatan manual dengan sistem penggerak empat roda yang dilengkapi electronic stability control menjadikan Lamborghini L140 terasa mantap dikendalikan. Untuk keamanan standar, tertempel perangkat ABS dengan tambahan EBD (electronic brake distribution). Tak lupa kantung udara ganda tertanam di depan jok. Bahkan, kantung udara samping juga ikut melapisi bagian dalam mobil. lnterior hampir sama luasnya dengan Murcidlago. Namun khusus pintu, L140 tak seperti Murcielago yang membuka ke atas, melainkan cukup ke samping Berbagai kelebihan inilah yang meyakinkan produksinya dipatok antara 800 sd 850 unit pada 2003 nanti. Sedangkan target jangka panjang, pabrik Lamborghini di Sant' Agata, Bologna, ltalia akan memproduksi 1.3O0 unit per tahun atau rata-rata sehari antara 6-8 unit. Seperti Ferrari 360 Modena, Lamborghini L140 juga ditawarkan model kupe, kabriolet, dan targa. Soal harga, berbanding terbalik dengan akselerasi dan performanya Dimana pabrikan Automobili Lamborghini SpA menjamin harganya lebih murah 10% jika dibandingkan para kompetitornya yang rata-rata dipatok melebihi usD200.000 Karena itulah Lamborghini L140 dibandrol tak lebih dari USD180 000. Meski lebih murah, Lamborghini kembali menjanjikan, bahwa performa Lamborghini L140 lebih hebat 20% ketimbang Fer' rari 360 Modena.

Sabtu, 26 Januari 2013

Morris Mini 1000 Th 1952

Perjalanan Sang Flamboyan.   Keretakan yang terjadi sejak awal dalam pengembangan konsep Morris Mini mengganggu produktivitas tim penggagasnya. Untunglah masa suram selama 23 tahun itu berakhir dengan tinta emas.  Morris Mini 1OO0 atau lebih dikenal  dengan nama Morris Minor d Benua Eropa. Terlahir dari group Austin AUSTIN yang membuat beberapa tipe mobil. Seri pertamanya diluncurkan pada 1948 yang bersamaan dengan perayaan gelar para bangsawan kerajaan lnggris. Jubileenya (pameran megah) hanya dirayakan setiap 10 tahun sekali yang langsung dilaksanakan oleh kerajaan lnggris. Sebetulnya riskan juga mengadakan pameran otomotif megah saat itu. Tapi karena Jaguar meluncurkan sportscar XK120, semua orang dapat melupakan suasana pasca perang.   

Superstar flamboyan yang disambut antusias para penggemarnya adalah gambaran popularitas Morris Mini di Eropa. Bahkan, si Mini bisa menjangkau berbagai kalangan, dari menengah sampai atas. Rupanya, rancangan awal Morris Mini mendapat sentuhan berkelas dari para disainer otomotif papan atas Inggris  yang berasal dari kubu Austin dan Ford. Salah satunya, Sir Alec Issigonis yang menjadi ikon dunia otomotif Inggris. Alhasil, penampilan Morris Mini dinilai para pengamat otomotif Eropa sebagai revolusi baru karena bentuk dan karakter mobil saat itu tidak banyak berubah selama satu dasawarsa sampai perang dunia berakhir. Pengendaraan dan pengendalian Monis Mini tergolong nyaman, tapi bermasalah dengan mesinnya.

Para pemakainya beberapa kali mengkritik  soal mesin yang memang sejak awal jadi bahan silang pendapat para perancangnya. Karakter mesin dan girboksnya sih memang cocok, hanya kapasitas dan radius putarnya membuat Mini harus mengambil ancang-ancang dari jauh untuk menyalip atau membelok. Kendati berukuran kompak, Mini cukup potensial untuk meraih sukses komersil sekaligus  bersaing melawan VW Beetle.  Awal Keretakan Dalam perjalanannya, laju Monis Mini malah melambat. Penjualan produknya secara keseluruhan kalah dibanding Rover dan BMW. Berbeda dengan peluncuran perdananya yang penuh harapan. Manajemen yang kurang jeli melihat pasar  menyebabkan bagian pemasaran salah membuat strategi. Sukses dari sisi produk ternyata tak membuat masalah menladi hilang. Para pejabat yang dulunya berada di bawah payung "British Motor lndustry" membuat konflik antar pekerja semakin talam.

Bekerja di bawah tekanan mengakibatkan ketidakpuasan selumlah pihak terhadap kebilakan pendiri Morris Motor dan pemiliknya; Lord Nuffield dan William Morris, yang hobi merebus telur. Para pekerja ingin tahu arah perusahaan dan menuntut perombakan ulang susunan pimpinan perusahaan.  Walau nyaris bubar, Morris tetap melanjutkan produksi Mini secara perlahan namun pasti dari .1948 hingga 1970. Akhirnya Morris menutup riwayat Mini dengan seri V. Itulah takdir akhir suatu hasil karya flamboyan di dunia otomotif yang dikagumi dunia dari kerajaan Inggris.  MORRIS MIINOR 1000 1952.  Morris Minor 1000 1952 milik Bambang dari Bulak Rantai ini termasuk dalam Jajaran target para pemburu dan pencinta mobil klasik. Selama masa produksi sepanjang 23 tahun, jumlah totalnya mencapai 1.619.857unit yang ditambah van dan pikap sebanyak 326.627unit. Disain abadi Morris Mini: Konstruksi monokok (tanpa sasis). Suspensi depan lndependen dengan torsion bar Rack dan pinion sistem kemudi. Gaya modern. Roda 14 inci. 

Tampak luar Mini memang seperti sebuah mobil mini, namun setelah masuk ke kabinnya, kesan sesak berubah jadi nuansa akrab dan bersahabat. Pada dasarnya mesin Monis 1000 tidak dirancang untuk lomba balap, namun untuk operasional sehari-hari termasuk "cepat."   Lampu keluaran asli Morris Mini memiliki model dengan ciri khas tersendiri. Gril bergaris yang tepat di belakangnya menutupi radiator dengan posisi sedikit agak tinggi karena memakai teknologi sistem pendingin Amerika. Melalui model orisinal, Morris Minor mengeluarkan varian 2 pintu Tourer dengan tingkat kenyamanan sekelas sedan menengah. Varian ini diproduksi pada September 1948 sampai 1952. Sedangkan tipe 4 pintunya meluncur pada Oktober 1950. Pada 1952 total produksi seri ini mencapai 176.000unit. Morris Mini adalah sebuah cerita yang layak dikenang karena kontribusinya terhadap dunia otomotif, minimal dalam hal seni merancang sebuah mobil.

Rabu, 16 Januari 2013

Ulasan Mazda RX-8

Generasi Terbaru  Mesin Rotari tetap dipertahankan Mazda untuk generasi RX-8 dengan menggunakan dua rotor, tenaga yang dihasilkan mesin itu jadi lebih besar lagi.  Hadirnya Mazda RX-8 meruPakan penerus generasi sang legendarls RX- 7. Perubahan total dari RX-7 ke RX-B terlihat dari disainnya. Mobil sport yang dapat dinaiki empat penumpang tidak lagi dilengkapi pilar B. Tapi konstruksl pintunya diubah. Pintu untuk penumpang belakang yang dibuat kecil berpegang pada tumpuan di pilar C. Sehingga arah bukaan pintu belakang tersebut terbalik (seperti mobil Fiat tahun'50-an). Dengan disain pintu macam ini, akses keluar masuk baik penumPang belakang maupun depan jadi mudah. 

Tidak seperti mobil sport lainnya, iika penumpang belakang ingin masuk/keluar, maka jok bagian depan harus dikedePankan (dimajukan). Karena, umumnya mobil sport hanya menggunakan dua Pintu depan saja. Walau didisain seperti ini (model empat pintu), saat pintu ditutup RX-B layaknya mobil sport berpintu dua  saja. Untuk dapur pacu, Mazda RX-8 tetaP menggunakan jenis mesin rotari generasi terbaru, yaitu Rotary Renesis. Mesin yang dibuat Mazda untuk generasi mendatang ini dilengkapi dua rotor dan mamPu menghasilkan tenaga hingga 250tk pada 6.500rpm dengan torsi maksimum 207Nm pada 5.000rpm. Menurut Mazda, mesin Renesis ini merupakan mesin yang memiliki tenaga paling besar iika dibandingkan dengan mesin-mesin rotari yang telah ada.  Tatkala Anda berada di dalam ruang kokpit, suasana sport begitu kental dapat dirasakan. Jok depan dibuat model bucket lengkap dengan side padding membuat posisi duduk terasa dipeluk dengan kuat. 

Konsol tengah tempat tuas persneling berada, dibuat hampir seiajar dengan jok depan. Alhasil, pengemudi dengan mudah meniangkau dan mengatur perpindahan gigi persneling. Panel instrumen untuk temPat spidometer, tachometer, petuniuk BBM, dan temperatur mesin dibuat model bulat. Stir berukuran 15inci yang dibalut kulit,  membuat genggaman semakin mantap. Untuk meredam keganasan mesin rotari ini, pada keempat roda mobil ini dipasangi rem cakram ABS dan dilengkapi dynamic stabillty control (DSC). Sebagai mobil sport, Mazda RX-8 tetap menggunakan sistem gerak roda belakang. Soal kenyamanan dan kemantapan berkendara, Mazda mempercayakan pada sistem suspensi double wishbone depan dan multi link di roda belakang.

Selasa, 01 Januari 2013

INFINITI M35 Hybrid

Setelah sukses mengembangkan Leaf. mobil Elektrik yang siap dipasarkan, Nissan Motor Co. Ltd. (NMC) juga menciptakan mobil hybrid sebagai jembatan menuju transporter masa depan. Namun sosok sedan bernama M35 Hybrid ini muncul dengan brand mewah  Tentu saja ini merupakan proyek yang tak kalah serius pengembangannya. Berbagi platform dengan Nissan Fuga, Infiniti M35 Hybrid bukan sekadar sedan hybrid belaka, melainkan juga mampu menghadirkan kesenangan mengemudi. Kami kembali beruntung bisa melakukan test drive lnfiniti ramah lingkungan ini berkat undangan PT Nissan Motor Indonesia. Sebagai bagian dari event "Nissan Advenced Technology Briefing!.

Dikatakan, selain ramah lingkungan, tenaga yang mampu disemburkan sedan INFINITI M35 Hybrid ini mampu memuaskan para Driving enthusiast dengan performa yang mengagumkan. Mengandalkan mesin 3.500 cc V6 yang berpadu padan dengan motor listrik melalui perantaraan dua buah kopling. Bila mesin bensinnya mampu memproduksi 302 dk, maka motor listrik hanya 67 dk saja. Dan ketika keduanya bekerja bersamaan, keinginan akan sensasi berkendara langsung terbayar lunas. Kami pun segera me buktikan kemampuannya  dengan mencoba langsung di trek GranDrive. Cara kerjasistemhTbridlnfiniti  bisa dipantau melalui layar monitor di kokpit. Un tuk menghemat bbm, saat  idle motor listriklah yang  bekerja, sementara mesin  bensinnya dalam mode off Kondisi ini terinfo dengan jelas di layar monitor. Demikian pula saat mobil melaju pelan. Dalam kondisi ini mobil masih mengandalkan energi dari paket baterai Litihium-Ion yang menggerakkan motor listrik bertegangan 360 volt. Baru setelah kecepatan mobil berada di atas 70 km/jam, motor listrik akan mati, dan mesin 3.500 cc V6 berperan penuh. 

Trek lurus, tikungan kecil dan besar, hingga banking road menjadi menu pengujian Infiniti M35 Hybrid. Bukan hanya sukses melibas semua bagian sirkuit, keasyikan berkendara tak mengurangi aura kemewahan yang hendak dihadirkan Infiniti. Posisi kemudi, desain panel instrumen, sistem audio, serta layout interiornya sangat menunjang kemewahan Infiniti M35 Hybrid. Demikian pula dengan bantingan serta handlingnya. Kenyamanan mengemudi tetap terjaga, dan handling yang tajam menjadi daya tarik Setting ini membuat mobil mampu melaju dengan mantap di tikungan. Mesinnya responsif, dan tenaga tersalur merata di setiap tingkat putaran. Meski berada di sirkuit,  para instruktur mewantiwanti agar kami tetap menjaga unsur safety dalam mengemudi, dan mesti mengikuti standard operating procedure (SOP) yang berlaku di sana. Setelah sukses mengitari hampir sepertiga sirkuit, tibalah trek lurus di depan mata. 

Performa sedan Infiniti dengan transmisi otomatis 7 -speed ini menglami ujian sebenarnya. Kickdown langsung terjadi begitu pedal gas diinjak dalam. Entakan kuat pun terasa saat mesin gabungan bensin dan motor elektrik memberi tenaga melimpah untuk melesat di trek sepanjang kira-kira 600 meter. Alhasil, kecepatan 180 km/jam pun bisa dengan mudah digapai Infinity M35 Hybrid. Bahkan sang instruktur menambahkan, dalam pengetesan, mobil ini bisa dengan mudah melampaui catatan kecepatan kami. Sensasi test drive sedan hybrid bertenaga brutal pun tersalurkan pada M35 Hybrid.  "
"

Senin, 31 Desember 2012

Ford Fiesta Sedan Yang Tak Kalah Memikat

Walaupun telah ada Fiesta hatchback di Indonesia PT Ford Motor Indonesia (FMI) juga melansir Ford Fiesta Sedan. Kami  berkesempatan mengetes Small Sedan Ford yang tak kelah memikat ini di jalan raya. Ford Fiesta Sedan memiliki line-up yang sama dengan hatchback. Yaitu Style bertransmisi manual, Trend manual dan otomatis, serta model termahal Sport dengan mesin 1.600 cc dan transmisi Powershift. Varian 1.6 Sport bertransmisi Powershift kami uji dengan menyusuri rute pinggir pantai, hingga me Ialui tanjakan dan turunan yang berliku-liku di daerah perbukitan.

Total jarak 224 km kami tempuh tanpa ragu, walau ada batas kecepatan di setiap etape. Tampilan depan Ford Fiesta Sedan sama dengan versi hatchback. Namun tambahan bagasi membuat bentuk lampu belakangnya berubah, menjadi lebih elegan walau sedikit kurang selaras dengan bagian depan. Mekanisme tutup bagasi yang berbentuk cekung tetap praktis berkat tombol elektrik. Sementara bagian bawah bumper belakang diberi sentuhan plastik hitam, tempat dipasangnya sensor parkir dan sepasang reflektor. Desain interiornya sama persis dengan versi hatchback.

Namun menurut kami PT FMI perlu mempertimbangkan penggunaan warna biru pada panel pintu dan bagian atas dasbor, karena belum tentu sesuai dengan selera konsumen Indonesia. Selain mencoba fitur Voice Command dengan koneksi Bluetooth dan slot USB untuk MP3 player, kami juga menguji fitur transmisinya. Fitur Hill Launch Assist, pada transmisi Powershift ini memudahkan kerja pengemudi di jalan menanjak. Jika mobil berhenti total di jalan menanjak dan pengemudi melepas injakannya dari pedal rem, sistem akan menahan pergerakan mobil selama 3 detik. Sehingga mobil tidak bergerak ke bawah, sampai pengemudi menginjak pedal gas dalam waktu itu.

Bukan hanya saat menan jak maju, fitur ini juga berguna ketika mobil mendaki secara mundur. Dibanding versi hatchback, bantingan suspensi Ford Fiesta Sedan terasa lebih empuk. Hal ini terjadi karena ada perubahan seffing kekerasan per dan sokbreker sesuai penambahan bobot, meski konstruksi suspensinya tetap sama dengan model hatchback. Meski bobotnya mencapai 1.171 kg atau lebih berat 17 kg dari Fiesta hatchback, mesin 1.596 cc Duratec TiVCT bertenaga 120 dk tidak terasa kewalahan. Apalagi didukung transmisi otomatis 6-speed Powershrft dual clutch, yang membuatnya tak kehilangan torsi ketika berakselerasi hingga lebih dari 100 km/jam.


Saat pedal gas dilepas, respons mesin sedikit lambat dalam mengurangi putarannya. Kondisi ini membuat kami perlu beradaptasi, terutama ketika melakukan deselerasi saat mendekati tikungan. Perbedaan kekerasan suspensi, bobot, dan dimensi bodi lebih panjang membuat kemampuan menikungnya tak sebaik versi hatchback. Ketika menikung cepat, buritan terasa sedikit tertinggal, dan muncul gejala limbung sebelum ESP mulai bekerja. Kemudinya menggunakan power steering elektrik, tapi cukup berbobot dan presisi. Dan meski berbentuk sedan, tetap saja Ford Fiesta Sedan terasa lincah, apalagi posisi mengemudi yang sporty membuatnya jtrga fun to drive. 

Walau tetap fan to drive, Ford Fiesta Sedan memiliki karakter pengendalian yang berbeda dari versi hatch  hack. Antara lain karena setting suspensi yang lebih nyaman, sesuai dengan target pembelinya. Mesin dan transmisi dual clutch menunjang performanya, baik untuk berakselerasi maupun menghasilkan konsumsi bbm ekonomis.

Minggu, 30 Desember 2012

AUDI Q5 3.0 DTI

Bagi penggemar SUV, Audi telah memeperkenalkan SUV pada april 2009. Adik dari Q7   bernama Audi Q5 ini bisa dibilang merupakan kembaran dari Volkswagen Tiguan. Tak heran   bila dimensi yang diusung pun memiliki kemiripan. Namun Audi Q5 memiliki bodi yang lebih   panjang dan lebar dari Tiguan. Selain itu SUV Audi ini juga lebih pipih hingga 33  mm   dari saudaranya dari VW tersebut. 

Dengan wheelbase yang lebih panjang 203 mm dari Tiguan. Tampak luar, Q5 tetap mempertahankan gril traPezoidal dan LED pada headlamp yang menjaadi ciri khas Audi. Ditunjang pelek alloy 20 inci dual muffler di buritan, membuat SUV Audi ini tampil sporty. Panoramic sunroof pun menjadi kelengkapaan standar Audi Q5 dan membuat interior menjadi begitu lapang. Ruang kaki luas dan serta kapasitas bagasi Audi Q5 3.0 DTI  yang mampu mencakup hingga 540 liter. Belum lagi dengan desain jok yang terasa mantap saat diduduki, baik oleh pengemudi maupun seluruh penumpang. Jika dibandingkan dengan produk sejenis, pengoperasian fitur pada Q5 tergolong mudah. Beragamn tombol di konsol tengah disediakan untuk mengoperasikan beragaam fitur seperti Multi Information Display,  audio, AC dual zone, sat-nav hingga Drive Select.

Paling menarik tentu telah disematkannya teknologi Audi Drive Select. Pilihan mode berkendara Auto, Dynamic, Comfort dan Individual tersedia sesuai kebutuhan. Inilah yang membuat SUV Audi ini begitu mengasyikkan dikendarai. Saat dicoba, akurasi kemudi, respon mesin dan transmisi Audi Q5 dapat berubah sesuai mode yang digunakan. Setir pun akan terasa berat dan perpindahan gigi di putaran yang lebih tinggi ketika mode Dynarnic digunakan. Kian asyik, pengemudi dapat memilih mode individual yang dapat diatur sesuai cara berkendara. tentu di luar mode yang telah disediakan. Unit tes kami bermesin diesel 3.000 cc V6 ini, masih mengadopsi setir kiri. Tak heran bila kami perlu  beradaptasi berapa saat, sebelum meluncur ke lokasi pemotretan di sekitar Candi Prambanan, Yogyakarta. Guyuran hujan selama perjalanan. mwmbuat teknologi penggerak empat roda quattro dapat terasa efektivitasnya. Traksi optimal, membuat Audi Q5 dapat dipacu hingga 140 km/jam dengan mudah. Di jalan menanjak curam, torsi sebesar 500 Nm, membuat Audi Q5 begitu mudah melewati rintangan tersebut. Transmisi otomatis 7-speed yang 'pintar', mampu mengunci posisi gigi saat di jalan menurun.

Sabtu, 29 Desember 2012

HONDA JAZZ RS mobil review

Berbicara Jazz RS sama saja dengan mendiskusikan sebuah fenomena menarik di mana sejak tahun 2003 untuk pertama kalinya Honda mampu menjual tipe mobil dengan volume penjualan 3 besar Nasional. Dan versi terbaru yang diluncurkan tahun lalu, terlihat sangat siap meneruskan kesuksesan pendahulunya. Lihat saja, walaupun Mazda2 mengusung desain unik, Honda Jazz seakan memiliki ciri tersendiri. Bentuk eksteriornya terkesan dewasa dan modern, sembari tetap mencirikan sebuah lazz. Interiornya juga senada dengan bentuk dasbor berkontur menarik dan dilengkapi instrumen berkualitas tinggi. Di dalam, Anda akan benar-benar mengapresiasi kemampuan akomodasi Jazz RS.

Ia rnemiliki leg room, head room, dan kapasitas bagasi terluas dalam Tes Jalan kali ini. Penumpang setinggi 180 cm pun masih bisa duduk nyaman di jok belakang. Kehadiran bangku Ultra Seat seperti di Jazz sebelumnya juga membuat kepraktisannya luar biasa. Saat berada di balik kemudi, kita juga akan dibuat terpukau dengan posisi mengemudi begitu ergonomis yang ditawarkan. Selain bentuk jok dan setir suportif, pengaturan kemudi juga bisa maju rnundur, membuat Jazz cocok dengan berbagai postur pengemudi. Di atas kertas, mesin Jazz sanggup memuntahkan 120 dk yang berarti paling bertenaga di antara rivalnya. Dan itu terasa ketika kita melakukan akselerasi. Tarikan di putaran bawah memang halus, tapi begitu melewati 3.000 rpm mesin langsung memberi akselerasi kuat sampai mendekati 7.000 rpm. Apalagi versi matik dilengkapi paddleshift yang membuat kita bebas menentukan posisi gigi transmisi. Tak heran kalau mobil ini begitu meraja di berbagai arena balap. Dan hebatnya lagi, tenaga terbesar itu masih diiringi konsumsi bbm paling hemat. Di rute kombinasi, lazz sanggup menyentuh angka di atas 14 km/liter. Sangat impresif mengingat dimensi Jazz juga yang paling besar di tes ini. Kunci kehematan ini terletak pada teknologi mesin serta bentuk bodi aerodinamis. Tapi memang ada yang membuat kami sedikit kecewa. Walaupun mobil tes kami adalah varian RS yang merupakan termahal, beberapa fitur belum hadir. 

Sebut saja foglamp serta tombol audio di setir. Untuk beberapa tipe konsumen, hal ini menimbulkan kesan kurang mahal. Dan lagi, pemilihan unit audionya mengecewakan, karena sinar dari panel audio sama sekali tak terbaca saat siang hari. Meski begitu, Jazz adalah rival yang sangat tangguh. Harga mahalnya sangat terasa ditujukan untuk meninggikan kualitas serta riset teknologi di dalamnya. Butuh kerja keras membuat mobil yang bisa melibas lazz. 
Poin utama 
 1. PERFORMA 
Tak dapat dipungkir bahwa Honda begitu piawai dalam meracik mesin bertenaga dan hemat bbm. Teknologi i-VTEC menjadi bukti bahwa Jazz menjadi yang terkencang di antara kompetitornya, namun tetap efisien dalam hal konsumsi bbm. 
 2. KEPRAKTISAN
 Perpaduan kabin luas dan teknologi ultra seat membuat Jazz begitu praktis dalam hal akomodasi barang maupun penumpang. Proses pelipatan bangku mudah dan batas bibir bagasi rendah kian membuatnya lebih praktis 
 3. POSISI MENGEMUDI 
Rendahnya posisi mengemudi tak membuat visibilitas Jazz terganggu. Apalagi posisi lingkar kemudi dapat diatur secara reach and rake sehingga Pengendalian Jazz tetaP optimal.